Translate

Motivator


Salam Super
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil

Henry James
Anda takkan tahu apa yang tak dapat Anda lakukan, sampai Anda mencobanya

Rabu, 30 Januari 2013

Komunikasi Dalam Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh adalah bahasa komunikasi tidak terucap yang sering kali kita gunakan dalam berinteraksi dengan orang lain. seperti sebuah cermin yang menunjukan bagaimana perasaan seseorang terhadap kita. beberapa bahasa tubuh diantaranya : isyarat, perangai, dan beberapa tanda ekspresi tubuh lainnya. 

Percayakah anda, bahwa dalam kehidupan sosial kita, 55% pesan yang kita sampaikan terhadap orang lain berasal dari bahasa tubuh kita, sisanya 38% dari nada suara, dan hanya 7% dari kata yang kita ucapkan.

Kemampuan membaca bahasa tubuh merupakan aset untuk mengembangan kepribadian kita. jadi, mari kita pahami bagaimana kita bisa membaca bahasa tubuh orang lain yang akan menguak rahasia pribadi seseorang terhadap kita.

Beberapa tanda orang menyukai apa yang sedang anda bicarakan:
- kontak visual, setidaknya 60% selama kita berbicara. semakin fokus tatapan mereka, maka semakin tertarik mereka terhadap anda.
- mereka menganggukan kepala sebagai tanda bahwa mereka setuju dengan anda.
- kaki mereka menghadap ke depan anda.
- mereka sering kali tersenyum, bukan senyum karena satu hal yang sama namun tersenyum antusias.

Pertanda seseorang sedang menyembunyikan sesuatu:
- mereka berjalan dengan telapak tangan dimasukan kedalam saku celana.
- mereka menyembunyikan tangan sebisa mungkin.

Pertanda gugup:
- jari-jari tangan terkepal
- mengetuk-ngetukan tangan dan kaki.
- bicara terbata-bata
- sering ber “dehem, euhm..”
- menghindari tatapan

Pertanda mereka meragukan anda:
- memalingkan pandangan
- menggosok mata, telinga atau hidung.

Kita bisa mempelajari bahasa tubuh lawan bicara. 
Purnawan E. Andoko dari Wellness World memberi rahasianya :

Bahasa Kepala
- Condong ke arah Anda: tertarik, setuju.
- Menjauh secara mendadak: curiga, tidak percaya.
- Topang dagu: bosan.
- Mengangguk: setuju.
- Banyak menoleh: tidak sabar, ingin menyudahi pembicaraan.

Bahasa Mata
- 60 persen menatap langsung: tertarik.
- 80 persen tatapan langsung: tertarik secara seksual.
- 100 persen tatapan langsung: perlawanan.
- Penghindaran tatapan: me¬nyem¬bunyikan sesuatu.
- Lensa mata membesar: sangat tertarik.
- Tatapan jatuh ke bawah dan melirik ke kiri/kanan: tertarik pada Anda.
- Lirik kanan/kiri langsung: bosan.
- Kedipan cepat: tidak setuju.

Bahasa Tangan
- Telapak terbuka ke atas: jujur terbuka.
- Telapak di saku atau tertutup: menyembunyikan sesuatu.
- Mengepal: tegang, tidak nyaman, marah.
- Menutup mulut/hidung: indikasi berbohong.
- Membentuk kerucut: percaya diri atau yakin.
- Tangan di atas meja: siap untuk setuju.
- Jari mengetuk-ngetuk: bosan atau ingin bicara.

Gerakan Lain
- Dada atau pinggul didekatkan: tertarik secara seksual.
- Kaki mengetuk lantai: ingin bicara atau bosan.

Nada atau Kecepatan Bicara
- Lambat dan nada akhir turun: yakin dan menguasai.
- Penekanan kata: otoritatif.
- Nada dan kecepatan meninggi: emosi, tegang, atau menyembunyikan sesuatu.

Bahasa Penolakan
- Kaki atau tangan bersilang.
- Melirik ke kiri/kanan, kepala menoleh ke kiri atau kanan.
- Tatapan langsung minimal.
- Mengetukkan jari atau kaki. Arah kaki tidak kepada Anda.
- Postur tubuh tertutup.

Bahasa Keterbukaan
- Tatapan langsung banyak dengan lensa mata membesar.
- Tangan menangkup membentuk menara.
- Arah kaki kepada Anda.
- Postur tubuh terbuka.

Bahasa Siap Menerima
- Kontak mata lebih 60 persen dan banyak senyum lepas.
- Tubuh atau kepala mencondong kepada Anda.
- Banyak anggukan dan wajah menghadap langsung ke Anda.
- Tangan terbuka di atas meja.

Bahasa Curiga
- Postur tubuh tertutup
- Tangan berada di saku atau posisi menyilang.
- Tatapan melalui sudut mata (lirikan) berulang kali.
- Arah kaki menyerong.

Bahasa Tidak Jujur
- Banyak menatap ke samping khususnya pada bagian kata atau kalimat bohong.
- Tangan sering menutup mulut atau hidung, atau meraba hidung atau telinga.
- Postur tidak nyaman

Setiap orang mempunyai bahasa tubuh yang unik. diam nya seseorang tidak hanya dia sedang santai tanpa beban, namun bisa saja dia sedang menahan marah. satu cara untuk mengetahui tanda yang pasti adalah dengan melihat seberapa banyak tanda yang terlihat ketika kita sedang membaca bahasa tubuh seseorang. Hati-hatilah dalam membaca bahasa tubuh, amati juga kata-kata yang terucap untuk mendapatkan tanda yang lebih akurat. Good Luck!

Will Edwards - White Dove Books

Menyembunyikan Tulisan yg Terlalu Panjang dg Spoiler

Untuk menghemat ruang di Blog Kita bisa menggunakan Spoiler yang dimaksud dengan Spoiler ini adalah menyembunyikan tulisan yang terlalu panjang lalu disembunyikan, untuk menampilkan yang disembunyikan dengan cara mengklik judul spoiler, seperti pada contoh di bawah ini :

Judul 



isi text spoiler

Berikut cara mebuat atau memasang Spoiler di Blog, silakan Sobat Copy aja script di bawah ini dan paste di mana sobat ingin menaruh Spoiler.

<div><div style="margin: 5px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"><i><span style="font-weight: bold;">Judul</span></i><input value="Show" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"/>
</div>
<div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;">
<div style="display: none;">
isi text spoiler
</div></div></div></div>

Ganti kata judul sesuai selera yang ingin dijadikan sebagai judul
Ganti kata isi text spoiler dengan isi yang kamu inginkan.

Semoga Bermanfaat !!!

Siapkan Diri Sebelum Interview Kerja

Panggilan wawancara kerja merupakan momen yang sangat dinanti oleh pencari kerja, terutama mereka para fresh graduate yang baru memasuki dunia kerja. Sebagai seorang awam, kita tidak harus tampil amatir dalam wawancara kerja pertama kita.   

Kunci utama untuk berhasil dalam wawancara kerja pertama kita adalah pada tahap persiapan. Nah, apa saja yang harus kita persiapkan? Berikut tips dalam mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja :

Cari tahu tentang perusahaan

Pelamar kerja akan mengesankan calon perusahaan jika memiliki pengetahuan luas dan mendalam mengenai perusahaan. Sebelum jadwal wawancara, cari tahu tentang sejarah, jumlah karyawan, visi misi perusahaan, dan berbagai informasi lainnya yang dapat diakses melalui situs perusahaan tersebut. Sebutkan beberapa informasi tersebut saat wawancara sehingga dapat memberi kesan positif bagi pewawancara karena Anda menyempatkan diri memperkaya pengetahuan tentang seluk-beluk perusahaan tersebut sebelum wawancara.

Tingkatkan kemampuan Anda

Jika Anda merupakan lulusan sebuah program studi spesifik tertentu, maka penting bagi Anda untuk menjaga pengetahuan dan keterampilan Anda di bidang tersebut tetap up date. Misalnya, Anda adalah seorang lulusan Teknik Informatika. Maka saat wawancara Anda harus siap untuk menghadapi pertanyaan seputar bidang studi itu seperti kode, bahasa komputer, dan pemrograman. Bahkan, Anda harus siap jika dalam wawancara kerja itu diminta membuat sebuah contoh program. Sementara, bagi Anda lulusan program studi Psikologi, Anda harus bersiap untuk menjawab pertanyaan mengenai sebuah studi kasus yang berkaitan dengan jurusan yang Anda pelajari serta bagaimana Anda mengatasi persoalan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk tetap mempersiapkan diri dengan baik untuk memamerkan kemampuan Anda.

Membawa CV

Pihak pewawancara tentu sudah memegang salinan resume Anda, namun ada baiknya Anda tetap membawa CV. Selain CV, bawalah pula berbagai dokumen maupun portofolio pendukung prestasi dan kemampuan Anda di hadapan pewawancara.

Latihan

Mintalah bantuan dari orangtua maupun teman Anda untuk simulasi wawancara. Latihan ini akan membantu Anda siap ketika hari H. Sebab, saat wawancara sesungguhnya, Anda harus berpikir cepat dan tentunya dengan jawaban yang tepat.

Beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam wawancara kerja, yaitu :
1. Mengapa Anda yakin Anda adalah kandidat tepat untuk pekerjaan ini?
2. Dalam cara apa Anda dapat menjadi aset bagi perusahaan?
3. Apa yang menjadi tujuan karier Anda?
4. Deskripsikan arti kesuksesan bagi Anda?

Datang tepat waktu

Tidak ada yang lebih buruk daripada datang terlambat saat wawancara kerja. Pastikan Anda datang tepat waktu untuk dapat mempersiapkan diri. Jika Anda berubah pikiran untuk menghadiri wawancara kerja tersebut beritahukan pihak perusahaan dan membatalkan janji temu tersebut. Jadilah profesional sehingga menjadikan Anda kandidat potensial yang dicari perusahaan.

Selamat mencoba, semoga sukses!

Kok Tidak Di Respon Ya ???

KAMU selalu memperbaharui CV Kamu. Padahal hampir setiap hari, sudah mengirimkan surat lamaran. Kamu pun sudah menggunakan network untuk mencari pekerjaan. Namun, masih belum mendapat pekerjaan. Apa yang salah ya?

Bisa jadi, jawabnya tak jauh dari diri kamu sendiri. Maksudnya, adalah pangkal mengapa kamu tak kunjung mendapat pekerjaan. Menurut survei yang diadakan CareerBuilder di tahun 2009, sebanyak 47 persen wakil perusahaan mengatakan bahwa mencari karyawan yang sesuai harapan benar-benar sangat sulit.

Kriteria yang umumnya mereka harapkan dari seorang karyawan, di antaranya multitasking, berinisiatif, dan mampu memecahkan masalah dengan kreatif. Selain alasan tersebut, ada lagi beberapa hal yang umumnya membuat perusahaan menolak mempekerjakan seorang calon karyawan. Berikut di antaranya :

1. Kurang Jujur


Berbohong atau melebih-lebihkan isi CV kamu tak akan ada gunanya. Cepat atau lambat perusahaan akan mengetahuinya. Dalam survei yang dilakukan pada 2008, sebanyak 49 persen manajer perusahaan mengetahui bahwa para pelamar berbohong di surat lamaran mereka. Daripada berbohong, lebih baik Kamu fokus pada kekuatan yang dimiliki.

2. Berbicara buruk tentang masa lalu


Dalam survei tahun 2009, sebanyak 44 persen wakil perusahaan menegaskan bahwa pelamar yang mengatakan hal buruk tentang tempat kerja atau atasannya cenderung tidak disukai dan tidak akan direkrut di perusahaan yang dilamarnya. Jika Kamu memang tak nyaman dengan lingkungan kerja yang lama misalnya, katakan saja bahwa lingkungan tersebut kurang membuat kamu nyaman dalam bekerja dan membuat kamu merasa tidak dalam satu tim. Jadi, kamu tak perlu menjelekjelekkan rekan kerja atau atasan kamu lebih lanjut.

3. Kamu dianggap tidak potensial dalam jangka panjang
Perusahaan pasti menginginkan karyawan yang bisa mengikuti langkah mereka sekaligus bisa berkembang bersama perusahaan. Karena itulah, jika kamu ditanya akan di mana Kamu dalam 5 tahun mendatang, maka jawaban kamu harus bisa menunjukkan potensi besar kamu yang bisa digunakan untuk kemajuan perusahaan.

4. Reputasi buruk di dunia maya


Banyak perusahaan yang kini menggunakan social media dan dunia maya untuk mengecek reputasi calon karyawannya di dunia maya. Dalam survei tahun 2009, ditemukan bahwa 45 persen perusahaan mencari tahu calon pelamar mereka di internet. Sebanyak 35 persen di antara mereka menemukan cacat reputasi calon karyawannya di internet. Jadi, jika Kamu memiliki tulisan, foto, atau link yang bisa merusak reputasi Kamu, segera hilangkan hal tersebut dari jejak rekam kamu di internet.

5. Kamu tidak tahu apa pun


Dalam survei terpisah pada tahun 2009,58 persen perusahaan menyatakan bahwa pelamar yang datang di sesi wawancara tapi tak mengetahui riwayat, jejak rekam, atau reputasi perusahaan yang didatanginya, sudah pasti tidak akan dilirik. Karena itulah, sangat penting untuk menguasai segala hal tentang perusahaan yang Kamu incar.

6. Kamu terlihat sombong atau tidak bersemangat


Antusiasme sangat diperlukan saat sesi wawancara.Sebab, tampil dengan penuh antusiasme diperlukan saat seseorang menghadapi klien atau konsumen. Dalam survei tahun 2009 tercatat bahwa kesalahan terbesar pelamar ialah terlihat tidak tertarik atau tidak bersemangat. Sedangkan 42 persen mengatakan bahwa pelamar yang terkesan sombong akan kehilangan prospek pekerjaannya.

7. Terlalu pribadi


Sebanyak 17 persen dari wakil perusahaan yang menjadi responden dengan tegas mengatakan bahwa pelamar yang terlalu banyak menceritakan kehidupan pribadinya tak akan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Intinya, janganlah banyak bercerita, kecuali cerita tersebut memang berhubungan erat dengan pertanyaan yang diajukan atau posisi kerja yang ditawarkan.

8. Terburu-buru soal gaji

Jangan langsung membicarakan gaji sebelum pewawancara membahasnya. Jika Kamu melakukannya, mereka bisa beranggapan bahwa Kamu hanya tertarik dengan gajinya,bukan dengan pekerjaan atau hal lain seperti membantu dan bekerja sama dengan rekan kerja yang lain. Jika mereka bertanya soal gaji,barulah Kamu bisa menceritakan riwayat gaji Kamu dan meminta jumlah yang lebih tinggi dari sebelumnya.

9. Tidak bisa memberi contoh

Jika Kamu hanya mampu mengatakan bahwa Kamu akan berkontribusi penuh pada perusahaan tanpa menjelaskan caranya,maka kemampuan Kamu akan diragukan. Dalam kenyataannya, 35 persen perusahaan menegaskan bahwa berbicara terus tanpa memberikan contoh tidak akan mampu menaikkan nilai si pelamar kerja.

10. Tidak cukup berpengalaman


Perusahaan akan lebih menyukai mereka yang berpengalaman daripada yang tidak. Dengan begitu, mereka tidak akan membuang waktu untuk melatih karyawan baru. Jadi, semakin berpengalaman Kamu dan semakin Kamu mampu menunjukkannya dengan berbagai contoh, maka Kamu layak dipertimbangkan sebagai kandidat terbaik. Tentu saja alasan-alasan ini tidaklah baku. Bisa saja ada perusahaan yang lebih menginginkan pelamar yang belum berpengalaman agar bisa dibentuk menjadi karyawan yang sesuai keinginan mereka atau agar tidak mengeluarkan banyak dana untuk menggajinya.

Intinya, begitu banyak alasan mengapa seseorang belum mampu menarik perhatian sebuah perusahaan. Yang paling penting, tingkatkan kemampuan diri dan perilaku agar keinginan menduduki posisi tertentu di sebuah perusahaan bisa tercapai. (herita endriana/ careerbuilder) (//rhs)